Assalamualaikum mantemans, kali ini saya mau berbicara
tentang kedua jurusan di sekolah menengah atas yaitu jurusan IPA dan jurusan IPS.... mengingat banyaknya yang galau ketika
akan menentukan jurusan apa yang akan dipilih untuk dimasuki. Dan disitulah
masalah mulai muncul, seperti apa?
Seperti ketika terkoar pendapat-pendapat yang menurut saya sama
sekali tidak bisa di pertanggungjawabkan, yaitu anggapan bahwa masuk kelas IPA
jauh lebih hebat dibanding masuk kelas IPS. Jurusan IPA adalah tempatnya
anak-anak terpilih, pintar, rajin, keren, berprestasi pokoknya jauh dibanding
jurusan IPS yang dianggap tempatnya anak-anak bandel, pemalas, urakan, buangan
dan lain sebagainya yang buruk. Parahnya, tidak sedikit pula para orang tua murid yang memiliki anggapan seperti ini, sehingga
banyak dari mereka akan memaksakan anaknya masuk ke dalam jurusan IPA yang
dianggap akan menghasilkan lulusan yang lebih bermutu dari pada IPS. Tanpa
memperdulikan keinginan atau minat dari si anak. Memang anggapan yang
berkembang di masyarakat adalah menempatkan IPA sebagai favorit (lebih
bergengsi dari IPS). Selain dianggap lebih cerdas, anak IPA dianggap mempunyai
tatakrama, sopan santun dan tidak begajulan yang identik dengan anak IPS.
Padahal pada kenyataannya tidak ada beda antara anak IPA dengan anak IPS,
karena keduanya mempunyai bobot pelajaran yang sama, jika di IPA mungkin lebih
menitikberatkan pada analisis, hitungan, dan hal-hal yang berhubungan dengan
ilmiah, jika di IPS lebih banyak menghapal namun juga tetap ada hitungan
seperti ekonomi akuntansi. Tapi yang terpenting sebenarnya adalah minat,
kemampuan, dan bagaimana cara murid itu bertanggungjawab atas pilihan yang dia
pilih. Karena jurusan bukan hanya sekedar untuk kebanggaan, tapi juga sebagai
penentu untuk masa depan terkait cita-cita.
Ketika
banyak orang yang terjebak yaitu ketika memasuki jurusan IPA hanya karena sudah
termakan gengsi yang pada akhirnya
menyebabkan ketidakpuasan pada hasil yang dicapai dalam mata pelajaran IPA itu
sendiri. Karena pada kenyataannya di dalam kelas IPA banyak murid yang tidak
terlalu serius dalam belajarnya, tidak terlalu rajin bahkan banyak juga yang
malas, apalagi jika sudah diberikan tugas-tugas khususnya dari pelajaran IPA
itu sendiri. Jika banyak yang berasumsi
bahwa anak kelas IPA adalah kumpulan anak-anak berprestasi, tapi nyatanya banyak
anak-anak yang sangat amat pas-pasan dalam pelajaran IPA. Beberapa orang yang
cukup menonjol di IPA mengakui bahwa pelajaran di IPA sedikit lebih ribet.
Namun bukan berarti ilmu IPS lebih gampang, semuanya punya tingkat kesulitan
masing-masing.
Untuk
beberapa fakta anak IPA yaitu : identik dengan metode ilmiah yang mengutamakan
logika, jawaban atas pertanyaan soal adalah pasti dan tidak bisa di ganggu
gugat, perlu waktu dan suasana khusus (konsentrasi tinggi) untuk mempelajari
IPA, sering terlihat belajar terus dan tidak ada waktu santai sampai-sampai
mukanya terlihat kusut apalagi ketika mendapatkan nilai di pelajaran IPA mereka
anjlok, dan kelebihan yang paling menonjol yaitu ketika akan memilih jurusan di Perguruan
Tinggi Negeri bisa lintas jurusan alias bisa mengambil jurusan dari IPS.
Dan
beberapa fakta anak IPS yaitu : walaupun pelajarannya membutuhkan penalaran dan
kekritisan dalam berpikir, anak IPS rata-rata akan bersikap santai dan
cenderung menikmati segala suasana, anak IPS lebih up to date dalam hal sosial di karenakan mereka mempelajari bahasan
tentang masyarakat yang selalu berkembang setiap hari, dan hal yang membuat IPA
lebih unggul dari IPS yaitu bahwa jika kita dari IPS maka akan susah untuk
dapat masuk lintas jurusan ketika di PTN nanti.
Namun,
Fakta lain yang menjadi kelebihan untuk anak lulusan dari jurusan IPS adalah di
dunia kerja, ketika anak IPA hanya punya kesempatan di beberapa bidang yang
menjurus ke sesuatu yang ilmiah seperti farmasi, kedokteran, komputer, itupun
harus dilalui dengan kuliah untuk mempermudah. Sedangkan peluang untuk anak IPS
adalah justru lebih banyak. Dan ternyata lulusan dari jurusan IPS lebih banyak
mempunyai pilihan dalam menentukan jurusan di Perguruan tinggi. Dan banyak anak
IPA yang pada akhirnya juga mengambil pilihan dari jurusan IPS di Perguruan
Tinggi. Di dalam artikel ini bukan berarti saya membela-belakan IPS, tapi pada
kenyataannya sekarang ini, malah dari jurusan IPS lah yang memegang banyak
kendali di dalam kehidupan bermasyarakat, seperti kekuasaan, pemerintah,
pengusaha-pengusaha, dan lainnya.
Memang
sampai saat ini masih berlaku anggapan bahwa IPA lebih hebat dari IPS. Namun semakin dewasa kita berpikir seharusnya bisa
merubah pola pikir atau pandangan bahwa IPA lebih segala-galanya dari IPS itu
tidak benar sama sekali . keduanya adalah seimbang, ilmu IPA memang sangat
penting namun ilmu IPS tidak kalah pentingnya. Seperti contoh seorang Dokter
(dari IPA) tidak akan bisa bekerja di Rumah Sakit jika tidak ada rumah sakit,
dan tentunya pemilik Rumah Sakit adalah orang yang paham tentang manajemen RS
(dari IPS). contoh lain adalah ketika seorang ahli kimia atau dari farmasi
menemukan obat baru maka ia memerlukan anak-anak dari IPS untuk dapat
memasarkan atau memperkenalkan obat tersebutke publik. Atau bahkan mungkin
menurut saya kemajuan suatu bangsa lebih banyak pengaruhnya dari bidang IPS
contohnya saja ekonomi, politikus, hukum, enterntainment dll, atau yang berhubungan dengan sosial.
Jadi,
jangan menjadikan jurusan IPA atau IPS sebagai standar menentukan pintar atau
bodohnya seseorang yaa, karena pada faktanya memang keduanya sangat dibutuhkan
dalam kehidupan ini. Wassalamm... :)

