Selasa, 12 Desember 2017

IPA vs IPS : Awas Gengsi !

Assalamualaikum mantemans, kali ini saya mau berbicara tentang kedua jurusan di sekolah menengah atas yaitu jurusan IPA dan jurusan IPS.... mengingat banyaknya yang galau ketika akan menentukan jurusan apa yang akan dipilih untuk dimasuki. Dan disitulah masalah mulai muncul, seperti apa? 



Seperti ketika terkoar pendapat-pendapat yang menurut saya sama sekali tidak bisa di pertanggungjawabkan, yaitu anggapan bahwa masuk kelas IPA jauh lebih hebat dibanding masuk kelas IPS. Jurusan IPA adalah tempatnya anak-anak terpilih, pintar, rajin, keren, berprestasi pokoknya jauh dibanding jurusan IPS yang dianggap tempatnya anak-anak bandel, pemalas, urakan, buangan dan lain sebagainya yang buruk. Parahnya, tidak sedikit  pula para orang tua murid  yang memiliki anggapan seperti ini, sehingga banyak dari mereka akan memaksakan anaknya masuk ke dalam jurusan IPA yang dianggap akan menghasilkan lulusan yang lebih bermutu dari pada IPS. Tanpa memperdulikan keinginan atau minat dari si anak. Memang anggapan yang berkembang di masyarakat adalah menempatkan IPA sebagai favorit (lebih bergengsi dari IPS). Selain dianggap lebih cerdas, anak IPA dianggap mempunyai tatakrama, sopan santun dan tidak begajulan yang identik dengan anak IPS. Padahal pada kenyataannya tidak ada beda antara anak IPA dengan anak IPS, karena keduanya mempunyai bobot pelajaran yang sama, jika di IPA mungkin lebih menitikberatkan pada analisis, hitungan, dan hal-hal yang berhubungan dengan ilmiah, jika di IPS lebih banyak menghapal namun juga tetap ada hitungan seperti ekonomi akuntansi. Tapi yang terpenting sebenarnya adalah minat, kemampuan, dan bagaimana cara murid itu bertanggungjawab atas pilihan yang dia pilih. Karena jurusan bukan hanya sekedar untuk kebanggaan, tapi juga sebagai penentu untuk masa depan terkait cita-cita. 



Ketika banyak orang yang terjebak yaitu ketika memasuki jurusan IPA hanya karena sudah termakan gengsi  yang pada akhirnya menyebabkan ketidakpuasan pada hasil yang dicapai dalam mata pelajaran IPA itu sendiri. Karena pada kenyataannya di dalam kelas IPA banyak murid yang tidak terlalu serius dalam belajarnya, tidak terlalu rajin bahkan banyak juga yang malas, apalagi jika sudah diberikan tugas-tugas khususnya dari pelajaran IPA itu sendiri.  Jika banyak yang berasumsi bahwa anak kelas IPA adalah kumpulan anak-anak berprestasi, tapi nyatanya banyak anak-anak yang sangat amat pas-pasan dalam pelajaran IPA. Beberapa orang yang cukup menonjol di IPA mengakui bahwa pelajaran di IPA sedikit lebih ribet. Namun bukan berarti ilmu IPS lebih gampang, semuanya punya tingkat kesulitan masing-masing. 

Untuk beberapa fakta anak IPA yaitu : identik dengan metode ilmiah yang mengutamakan logika, jawaban atas pertanyaan soal adalah pasti dan tidak bisa di ganggu gugat, perlu waktu dan suasana khusus (konsentrasi tinggi) untuk mempelajari IPA, sering terlihat belajar terus dan tidak ada waktu santai sampai-sampai mukanya terlihat kusut apalagi ketika mendapatkan nilai di pelajaran IPA mereka anjlok, dan kelebihan yang paling menonjol yaitu  ketika akan memilih jurusan di Perguruan Tinggi Negeri bisa lintas jurusan alias bisa mengambil jurusan dari IPS.

Dan beberapa fakta anak IPS yaitu : walaupun pelajarannya membutuhkan penalaran dan kekritisan dalam berpikir, anak IPS rata-rata akan bersikap santai dan cenderung menikmati segala suasana, anak IPS lebih up to date dalam hal sosial di karenakan mereka mempelajari bahasan tentang masyarakat yang selalu berkembang setiap hari, dan hal yang membuat IPA lebih unggul dari IPS yaitu bahwa jika kita dari IPS maka akan susah untuk dapat masuk lintas jurusan ketika di PTN nanti. 

Namun, Fakta lain yang menjadi kelebihan untuk anak lulusan dari jurusan IPS adalah di dunia kerja, ketika anak IPA hanya punya kesempatan di beberapa bidang yang menjurus ke sesuatu yang ilmiah seperti farmasi, kedokteran, komputer, itupun harus dilalui dengan kuliah untuk mempermudah. Sedangkan peluang untuk anak IPS adalah justru lebih banyak. Dan ternyata lulusan dari jurusan IPS lebih banyak mempunyai pilihan dalam menentukan jurusan di Perguruan tinggi. Dan banyak anak IPA yang pada akhirnya juga mengambil pilihan dari jurusan IPS di Perguruan Tinggi. Di dalam artikel ini bukan berarti saya membela-belakan IPS, tapi pada kenyataannya sekarang ini, malah dari jurusan IPS lah yang memegang banyak kendali di dalam kehidupan bermasyarakat, seperti kekuasaan, pemerintah, pengusaha-pengusaha, dan lainnya.

Memang sampai saat ini masih berlaku anggapan bahwa IPA lebih hebat dari IPS. Namun  semakin dewasa kita berpikir seharusnya bisa merubah pola pikir atau pandangan bahwa IPA lebih segala-galanya dari IPS itu tidak benar sama sekali . keduanya adalah seimbang, ilmu IPA memang sangat penting namun ilmu IPS tidak kalah pentingnya. Seperti contoh seorang Dokter (dari IPA) tidak akan bisa bekerja di Rumah Sakit jika tidak ada rumah sakit, dan tentunya pemilik Rumah Sakit adalah orang yang paham tentang manajemen RS (dari IPS). contoh lain adalah ketika seorang ahli kimia atau dari farmasi menemukan obat baru maka ia memerlukan anak-anak dari IPS untuk dapat memasarkan atau memperkenalkan obat tersebutke publik. Atau bahkan mungkin menurut saya kemajuan suatu bangsa lebih banyak pengaruhnya dari bidang IPS contohnya saja ekonomi, politikus, hukum, enterntainment dll, atau yang berhubungan dengan sosial.

Jadi, jangan menjadikan jurusan IPA atau IPS sebagai standar menentukan pintar atau bodohnya seseorang yaa, karena pada faktanya memang keduanya sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini. Wassalamm... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar